Hai, Dii
Kembali menyapamu dengan senyuman, yaa selalu dengan cara itu
Sebab, rangkaian kata tak pernah mampu mewakilkan kata hati yang
ingin berucap..
Hai, dii..
Ketahuilah, bahwa kamu adalah lelaki yang beruntung hingga mampu
membuatku menjatuhkan pilihan untuk mencintaimu dan memilikimu
Namun akhirnya, kamu adalah lelaki yang mampu membuat hatiku
tertutup, terkunci dan tak pernah berpaling untuk satu nama yaitu kamu, dii
Dii,
Aku tahu bahwa tak pernah ada yang penting tentangku bagimu, namun
entah aku masih terlalu berbahagia mengetahui kamu selalu baik-baik saja hingga
saat ini. Yaa mencintaimu selalu sesulit itu bahkan memperjuangkanmu tak pernah
semudah itu
Dii,
Mengetahui bahwa kamu pernah mengisi hari-hariku untuk waktu yang
lama selalu semenyenangkan ini, mengingat-ingat beberapa hal kecil yang dulu
pernah sama-sama kita lakukan menjadi kebahagiaan besar yang belum bisa untuk
aku lupakan. Oleh karenanya, terimakasih membuatku bersyukur bahwa kisah kita
pernah sebahagia dan semenyenangkan itu. Terimakasih membuatku berterimakasih
untuk banyak cerita tentang kita meski telah berlalu.
Dii,
Ketahuilah, bahwa kamu seistimewa itu karena untuk tetap mencintaimu
hatiku rela untuk merawat luka berulang kali.
Dii,
Aku sudah berulang kali berdamai dengan ingatan tentang kamu,
berulang kali membuang segala kisah masa lalu tentang kamu, namun entah
keinginanku untuk tetap memperjuangkanmu terlalu kuat dengan segala itu.
Cintakah itu? Atau hanya tentang ketakutanku jika kelak aku tak lagi bisa
merindu tentangmu?
Dii,
Berhentilah berpura-pura tak tahu bahwa hingga saat ini aku masih
tetap memperjuangkanmu dengan sangat. Berhentilah berpura-pura tak peduli
tantang setiap perhatian bahkan ketulusan sikapku terhadapmu.
Hey kamu, dii..
Jika kelak Tuhan akhirnya membuatku tuk berhenti memperjuangkanmu
dan memulai merelakanmu, aku hanya ingin kamu tahu bahwa rasa yang pernah ada
dan sekarang masih ada hingga nanti pun akan selalu ada. Rasa itu selalu tetap
pada kadarnya, dan kurasa tak kan
berlebih atau harus berkurang.
Hey kamu, dii..
Kudoakan kebahagiaanmu selalu hadir ditiap hari lepas hari, Sebab
aku bahagia jika kamu bahagia bahkan
jika kebahagiaan itu bukan tentangku. Kuharap kamu pun turut mendoakanku, agar
kelak ada seorang lelaki yang mampu memperjuangkanku seperti aku
memperjuangkanmu saat ini, kuharap ia menjadi kebahagiianku mengganti setiap
kedukaanku tentangmu yang cukup lelah untuk selalu kuperjuangkan. Yaa, akhirnya
aku lelah..
Hey kamu, dii
Semoga tidak kamu lagi yang menjadi satu-satunya cerita yang ingin
selalu kuceritakan, semoga tidak kamu lagi yang selalu aku keluhkan kepada
Tuhan tentang kelelahanku menanti. Semoga tidak ada lagi kamu pada setiap
kata-kata yang terangkai..
Pada akhirnya, kerelaan dalam hal melepaskan dan mengikhlaskan tak
pernah semudah kata-kata tersebut terlafalkan dengan lantang, sebab terkadang
hati terlalu enggan untuk berkompromi dengan logika hingga akhirnya memilih
untuk tetap mempertahankan :)
*Minggu, 26 Okt 2014*
NB : tulisan ini terinspirasi dari granny dan tentang lelaki yang masih
tetap hadir (di hatinya) .. hihi