Selasa, 28 Oktober 2014

Hey kamu, Dii...



Hai, Dii
Kembali menyapamu dengan senyuman, yaa selalu dengan cara itu
Sebab, rangkaian kata tak pernah mampu mewakilkan kata hati yang ingin berucap..

Hai, dii..
Ketahuilah, bahwa kamu adalah lelaki yang beruntung hingga mampu membuatku menjatuhkan pilihan untuk mencintaimu dan memilikimu
Namun akhirnya, kamu adalah lelaki yang mampu membuat hatiku tertutup, terkunci dan tak pernah berpaling untuk satu nama yaitu kamu, dii

Dii,
Aku tahu bahwa tak pernah ada yang penting tentangku bagimu, namun entah aku masih terlalu berbahagia mengetahui kamu selalu baik-baik saja hingga saat ini. Yaa mencintaimu selalu sesulit itu bahkan memperjuangkanmu tak pernah semudah itu

Dii,
Mengetahui bahwa kamu pernah mengisi hari-hariku untuk waktu yang lama selalu semenyenangkan ini, mengingat-ingat beberapa hal kecil yang dulu pernah sama-sama kita lakukan menjadi kebahagiaan besar yang belum bisa untuk aku lupakan. Oleh karenanya, terimakasih membuatku bersyukur bahwa kisah kita pernah sebahagia dan semenyenangkan itu. Terimakasih membuatku berterimakasih untuk banyak cerita tentang kita meski telah berlalu.

Dii,
Ketahuilah, bahwa kamu seistimewa itu karena untuk tetap mencintaimu hatiku rela untuk merawat luka berulang kali.

Dii,
Aku sudah berulang kali berdamai dengan ingatan tentang kamu, berulang kali membuang segala kisah masa lalu tentang kamu, namun entah keinginanku untuk tetap memperjuangkanmu terlalu kuat dengan segala itu. Cintakah itu? Atau hanya tentang ketakutanku jika kelak aku tak lagi bisa merindu tentangmu?

Dii,
Berhentilah berpura-pura tak tahu bahwa hingga saat ini aku masih tetap memperjuangkanmu dengan sangat. Berhentilah berpura-pura tak peduli tantang setiap perhatian bahkan ketulusan sikapku terhadapmu.

Hey kamu, dii..
Jika kelak Tuhan akhirnya membuatku tuk berhenti memperjuangkanmu dan memulai merelakanmu, aku hanya ingin kamu tahu bahwa rasa yang pernah ada dan sekarang masih ada hingga nanti pun akan selalu ada. Rasa itu selalu tetap pada kadarnya,  dan kurasa tak kan berlebih atau harus berkurang.

Hey kamu, dii..
Kudoakan kebahagiaanmu selalu hadir ditiap hari lepas hari, Sebab aku bahagia jika kamu bahagia  bahkan jika kebahagiaan itu bukan tentangku. Kuharap kamu pun turut mendoakanku, agar kelak ada seorang lelaki yang mampu memperjuangkanku seperti aku memperjuangkanmu saat ini, kuharap ia menjadi kebahagiianku mengganti setiap kedukaanku tentangmu yang cukup lelah untuk selalu kuperjuangkan. Yaa, akhirnya aku lelah..

Hey kamu, dii
Semoga tidak kamu lagi yang menjadi satu-satunya cerita yang ingin selalu kuceritakan, semoga tidak kamu lagi yang selalu aku keluhkan kepada Tuhan tentang kelelahanku menanti. Semoga tidak ada lagi kamu pada setiap kata-kata yang terangkai..

Pada akhirnya, kerelaan dalam hal melepaskan dan mengikhlaskan tak pernah semudah kata-kata tersebut terlafalkan dengan lantang, sebab terkadang hati terlalu enggan untuk berkompromi dengan logika hingga akhirnya memilih untuk tetap mempertahankan :)

*Minggu, 26 Okt 2014*
NB : tulisan ini terinspirasi dari granny dan tentang lelaki yang masih tetap hadir (di hatinya) .. hihi

2 komentar:

Unknown mengatakan...

Mntap Mir... :)

Aku pernah menjadi lelaki seperti yang ada dicerita itu... hehe
apalagi pakai "dii" seperti 2 huruf terakhir namaku, jadi serasa kata2 itu untukku hahahaaha..

Unknown mengatakan...

:)
yaa, semoga hatimu disegerakan tergugah untuk seorang perempuan yang mungkin sedang memperjuangkanmu..

wohh.. iya ya.. haha

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n:

Posting Komentar