Kamis, 06 Februari 2014

Bisakah hanya aku?



Perihal rasa tak pernah mampu untuk ditutupi oleh diri sendiri. Semakin bergelut dengan pikiran yang berkecamuk tentangmu, tuan. Salahkah aku jika kali ini hanya kepadamu aku melihat sebuah keindahan yang Tuhan ciptakan?, dosakah aku yang selalu mengagumi sebuah lingkar senyum indah disudut bibirmu itu?. Hal ini adalah sedikit banyak yang ingin kuhindarkan agar tak lagi menemukan kesalahan pada diri sendiri yang cukup berlebih dalam hal mengagumi. Terimalah alasan bahwa aku masih dan tetap ingin mengagumimu, tuan. Dari jarak yang teramat jauh untuk kurengkuh sedang kaki telah lelah untuk menujumu, rasa ini masih dalam kadar yang sama, tuan.

Jadi, bisakah hanya aku yang mengagumimu dalam diamku dan dengan sadarku?
Atau, bisakah hanya aku yang kini memulai rasa yang baru dan tetap menginginkanmu?
Bisakah hanya aku yang masih bisa untuk melihatmu lebih dekat?
Kuharap aku bisa :)

Rabu, 05 Februari 2014

How can i meet ‘em?



Dengan segala kemerawutan pikiran saya tentang skripsi dan ujiannya yang mendekati batas deadline, tiba-tiba pengen nulis something selain kata-kata ilmiah, dan karena saya cukup bosan melihat isi blog ini yang kebanyakan dan hampir 95% berisi tentang kamu, dia, aku dan anda, akhirnya saya memilih “mereka” menjadi  pemeran utama pada tulisan ini (gaya loh mhyra pake kata sang aktor). Okeh kali ini saya akan sedikit bercerita tentang subjek “mereka” dan bagaimana saya menjadi begitu dekat dengan “mereka”


   Wahyuni Yusuf

Teman sekelas pas SMA yang akhirnya menjadi dekat, cukup dekat, dan sangat dekat sampe sekarang. Kenapa? Saya akan menjelaskan alasannya dengan dua kata “anugerah Tuhan”. Untuk segala yang terjadi hampir 7 tahun setelah saya dan si granny saling mengenal hanya akan saya ungkapkan dengan “terimakasih Tuhan” (yakin nih si granny ke geeran kalo baca ini.. hih), dan jangan tanyakan lagi kenapa tiba-tiba saya memanggilnya granny dan dia memanggil saya oma hanya akan menghabiskan beberapa lembar halaman untuk cerita itu (halah..) dannn sudah cukup banyak pula istilah-istilah yang akhirnya hadir selama kurun waktu 7 tahun tersebut, dari miss catty dan chaty, gf, fne, dan beberapa lagi yang mungkin saya lupa. Granny orangnya seperti apa? Uhmm kesan pertama sih pas kenal agak tomboy dan baik (yaa sesingkat itu dulu sebelum banyak hal lagi yang terjadi dan disaat kami saling mengenal lebih dekat lagi) kemudian setelah saling mengenal akhirnya sadar kalo dia pendengar setia, masih ingat saat-saat pisah kelas karena dia lebih milih jur. Ips dan saya memang ingin masuk jur. Ipa wktu itu belum ada pelajaran yang diisi oleh guru akhirnya saya yang karena bosannya pergi kekelas si granny untuk cerita ini itu, yang ga nyangkanya kalo kami bercerita cukup panjang dan lama dan cerita itupun belum selesai pas jam pulang, saya yang pada saat itu memonopoli untuk bercerita akhirnya sadar kalo baru kali ini bercerita selama itu ke teman dekat, dan mungkin dari banyak hal itu juga saya akhirnya tahu tentang makna persahabatan. Dulu pas kelas tiga si granny kasih buku agenda, katanya tulis apa saja di dalamnya yaa mirip-mirip lah dengan diary, haha akhirnya punya diary pas kelas tiga dong dan akhirnya juga mesti dikembalikan bukunya ke granny lagi pas perpisahan kelas tiga, maksudnya granny ngasih buku itu sih kalau-kalau ga ketemu lagi pas kuliah ada kenang-kenangan tulisan saya. Hazekk yaa mana tahu kalo berlanjut sampai sekarang. Dan berharap tetap lanjut sampai tua. Amin :)

Sartika Hamid
Sama seperti granny, thyka pun teman kelas pas sma. Yaa semua dari mereka adalah teman-teman sma, dan entah kenapa dapat chemistrynya pas sma semua. Kembali ke thyka, awalnya dari saling tahu nama, kemudian saling kenal dan akhirnya dekat. Awalnya dari sempat pulang bersama kalo pulang sekolah sampai akhirnya pulang sekolahnya selalu sama dia. Kenangan tak terlupakan yaa memang pas pulang sekolah, dan saya bersyukur karena perjalanan pulang sekolah yang cukup jauh dan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk sampai dirumah yang akhirnya menjadi salah satu moment tjurhat-tjurhatannya saya dengan thyka, kadang didi dan irna ikut juga sih nimbrung tapi semenjak sesuatu terjadi pas masa-masa pelajaran tambahan karena sudah mendekati ujian akhirnya didi dan irna sedikit mengerti dan tahu kalau saya butuh tjurhatnya cuman sama thyka.. haha (peluk didi dan irna dari jauh). Untuk segala keseruan perjalanan masa-masa sma saya berterimakasih thyka. satu hal yang masih saya ingat adalah setiap hari sabtu, karena kita seperti petualang menyusuri hutan lewati sungai mendaki bukit (yaelah ga selebay itu juga sih) dan akhirnya singgah di warung favorite untuk makan pisang goreng.. haha dan kalau ingat saat itu seperti ingin kembali lagi ke masa sma tapi didi dan irna harus ada juga..harus!! masih ingat lagunya first love yang saya dan dia nyanyikan untuk pengambilan nilai pelajaran seni, yang katanya cukup bagus untuk didengar (cie gitu geer di bilang bagus). Sekarang? Masih tetap dekat sama dia, yaa meski jarang untuk keluar sama-sama lagi di makassar dan granny cukup banyak waktu untuk memamerkan fotonya bersama thyka yang biasa ketemuan. Hih, tapi saya berharap meski terkadang tak punya waktu untuk bertemu semoga tak mengurangi arti dan makna persahabatan kami :)

Faizal Basri
Satu-satunya personil dari “mereka” yang cowok (segala pake kata personil, kayak di band saja. Haha). Teman kelas di kelas dua sampai tiga, yaa sama sih seperti thyka. Yang entah kapan mulainya saya dekat, mungkin saat saya mengganggunya bersama jenni yang berlanjut sampai kelas tiga dan di masa-masa kuliah terlebih di group fb. Dia yang cukup sabar saat saya mulai dan selalu mengganggunya bersama jenni sampai saya yang dengan sifat childishnya marah-marah gaje ke dia dan beberapa teman exact. Haha harus saya akui di masa-masa sma itu saya masih labil (dan itu wajar) yang kemudian harus marah-marah dan kemudian diam-diaman. Masih ingat beberapa kejadian yang membuat saya mendiami dia (I am so sorry brota). Dia juga pendengar setia (okay sepertinya pendengar setia adalah sifat alamiah mereka) untuk banyak hal dari si “dia” kemudian “kamu”, yaa tinggal “anda” yang belum saya ceritakan (tunggu waktu yang tepat). Yaa pernah mengalami beberapa hal yang mengecewakan dan dikecewakan dari sosok cowok satu ini, tapi begitulah hidup tak selalu harus manisnya saja kan?. Berharap segala peristiwa yang tidak menyenangkan itu menjadi pelajaran untuk menjadi lebih baik.

Akhirnya, selain keluarga, mereka ini menempati satu ruang spesial dihati saya *halah lebayy deh muncul lagi*. Berharap dan selalu berdoa “our friendship never end”. Kemudian, terimakasih dan maaf saya ucapkan untuk semua peristiwa yang telah terjadi selama ini :)