Rabu, 20 Maret 2013

Mengagumi yang tepat (!)



Saya adalah seorang penyuka hujan, kenapa? Mungkin karena hujan adalah satu-satunya pendengar setia untuk setiap hal yang tak ingin orang-orang dengarkan. Termasuk tentang dia yang sedang saya kagumi saat ini, seorang yang biasa tapi menjadikan hari-hari saya kini luar biasa. Saya tak pernah sekagum ini dengan sosok seorang pria, saya tak pernah berlama-lama bercerita bersama hujan, hingga akhirnya dia lah yang mengubah segala rutinitas saya setiap hari.
***
Bulan ini nampaknya curah hujan begitu deras, tapi entah mengapa aku berterima kasih karenanya. Tuhan selalu punya maksud untuk segala yang ia ciptakan, termasuk hujan sebagai alasan untukku mengagumi perempuan itu. Ia adalah caraku berterima kasih kepada Tuhan atas ciptaan terindahnya. Entahlah ia adalah seorang yang ingin kugapai tapi tangan ku keluh untuk mencapai, dan memilih untuk diam dalam kekagumanku.

***
Saya hanya tahu namanya. Nugie. Selebihnya tak ada lagi. Saya pengagum yang payah yah? Hmm. Saya mengenalnya dari sebuah event besar di kampus kami, kami terlibat dalam kepanitiaan event tersebut. Uhm lebih tepatnya dia adalah ketua dan saya “hanya” anggota. saya dan dia berbeda jurusan namun masih dalam satu fakultas yang sama. Menariknya adalah saya kagum dengan dia karena menjadikan hujan sebagai ide kreatif untuk event tersebut. Apa kami sejodoh itu? 
***
Apa kami jodoh? Namanya Arini, ia seringkali membahas soal hujan disetiap postingan blog nya. Aku selalu terbuai untuk terus saja membaca sajak-sajak miliknya yang bertemakan hujan. Aku dan ia pernah mengikuti sebuah kegiatan, dari sanalah kami berkenalan, saling berjabat tangan, entah mengapa aku senang mengawali sebuah perkenalan ataupun pertemuan dengan jabat tangan. Seperti sebuah tanda atau persetujuan untuk menjadi teman yang baru. Namun bukan karena pertemuan itu yang buatku kagum dengannya. Hanya dengan beberapa kata saja disetiap tulisannya, ia mengubah makna disisi pandangku tentang banyak hal.

***

“Kita sama-sama seorang pengagum yah?” katanya.
Aku hanya tersenyum melihatnya, “jadi bagaimana akhirnya kamu berhenti mengaguminya?” tanyaku layaknya wartawan yang ingin tahu lebih detail tentang sebuah berita terkini.
“hhmm..”
“saya tak pernah berhenti mengaguminya kok, entahlah rasa itu tak pernah hilang mungkin kadarnya yang berkurang sedikit demi sedikit, toh kagum itu hanya sebuah perasaan awal saja tergantung kita ingin melanjutkan ke tahap yang lebih serius pada rasa yang berlebih dan dengan kadar yang berlebih juga atau hanya akan bertahan untuk sekedar kagum saja. Tapi meski terkadang kita mengatakan itu hanya sekedar kagum saja, hati kita tak bisa berkata sama, ia punya alasan dan jawaban sendiri. Nah bagaimana dengan kamu?”
“eng, umm hampir sama lah dengan apa yang kamu bilang barusan” aku tertunduk malu, seperti kalah perang dengannya.
“haha, sudahlah bicara soal itu tak pernah adda habisnya. Tapi saya suka dengan kata mengagumi, ia seperti bebas tanpa terikat oleh apapun”
“kenapa bebas?” tanyaku antusias
“yaa, seperti yang saya bilang tadi mengagumi itu seperti perasaan awal saja, jadi masih labil. Nah karena tidak stabilnya perasaan kita itu lah yang membuat kita bebas. Bebas untuk tidak kagum lagi, bebas untuk kagum dengan orang lain lagi, atau bebas untuk memulai mencintai orang yang kita kagumi”
“bukannya itu hanya membuat kita tidak konsisten? Membuat kita untuk menjauh dari rasa sakit yang sebenarnya menjadi sebuah pelajaran”
“itu juga benar. Tapi kamu memandangnya dari sisi lain, saya memandangnya sebagai konteks kebebasan, dan kamu memandang dari sisi ketidakkonsitenan seseorang. Dan bukankah itu yang menjadikannya menarik? Bukankah dengan mengagumi kita belajar untuk menyeimbangkan sebuah perasaan? Antara bebas dan konsisten! “
“pembahasan ini menjadi lebih menarik, aku tak pernah mengira kamu semenarik ini untuk bahasan yang menarik pula”
“saya selalu tampak menarik kok, sayangnya selalu ada waktu yang tepat untuk hal yang tepat pula, nah menariknya saya ini baru terlihat di waktu yang tepat ini”
Aku tersenyum sekali lagi melihatnya, tersenyum bahagia untuk sosok yang karena kekagumanku kepada Tuhan oleh ciptaanNya yang indah dan kucintai.
 “happy anniversary sayang”

Kamis, 14 Maret 2013

KAMU.. again!



“aku tak pernah berpikir akan sebegitu kerasnya melupakanmu, but I’ll try to do it”

Yaa itu menjadi keputusan terbaik ku beberapa waktu silam, tapi siapa yg menyangka hadirmu tetap ada disini, dan siapa yg bisa mengira bahwa ternyata aku terlalu sulit untuk bisa benar2 merelakanmu hingga melepaskanmu pergi.
Cukup lama aku berusaha dan terkadang aku merasa hadirmu tak lagi ada, kamu tlah pergi hingga kenyataaanlah yg menyadarkanku bahwa KAMU MASIH TETAP ADA di tempat yg sama..

Apa kamu tahu bagaimana kerja keras aku untuk bertahan, memperjuangkan asa dan harapanku yg terlebih dahulu melambung tinggi tanpa ku sadari aku tersakiti olehnya, yaa aku yg tersakiti..
Bagaimana tidak, aku hanya seorang diri memperjuangkan perasaanku tanpa sadar itu hanya sepihak (mungkin) , aku yang hanya berharap rasa yg dulu ada didalam hatimu masih tetap ada hingga saat ini dan masih tetap terjaga, kini sadar bahwa kamu sudah membuangnya jauh2 dan mungkin sudah melupakannya..

Ah sudahlah tak perlu mengasihani aku sekarang, tak perlu menertawakan kebodohanku sekarang..
Yang kuminta dari kamu adalah membantu ku untuk benar2 melepaskan semua genggaman harapan dan mimpiku tentangmu, tentang segala kenangan yg pernah kau buat untukku yg slalu buatku larut dalamnya (dan terlalu lama)..

Kini aku berdiri tegak tanpamu, dan kurasa ini menjadi 1 langkah awalku untuk mencari kebahagiaan2 ku yang lain :) ..

Arghh… jadi envy deh kamu bisa lebih dulu move on dibanding aku , jika kelak ku dengar kabar bahagia tentangmu hanya 1 kalimat yg bisa kukatakan dalam hatiku
I’m really..really happy for YOU

kamu, aku, kita = kisah lalu



Sedih yaa..
saat tahu bahwa kamu adalah bahagia yang mesti sesingkat ini dan tak akan selamanya..
saat tahu bahwa kamu hanya satu diantara begitu banyak kebahagiaan yang ada..
saat tahu bahwa kamu punya bahagia sendiri dengannya yg akan atau sedang memberimu kebahagiaan..

saat tahu bahwa aku bukan bahagia mu..
saat tahu bahwa aku pun bukan selamanya untukmu..
saat tahu bahwa aku hanya sebuah ketidakmungkinan bagimu..
saat tahu bahwa aku masa lalu mu yg tak akan pernah kembali lagi (katamu)

saat tahu bahwa kita hanya sebuah kisah dari berbabgai kisah yg telah dilalui dulu..
saat tahu bahwa kita tak akan pernah jadi kita selamanya hanya ada AKU atau KAMU..
saat tahu bahwa kita punya bahagia masing-masing yg tak akan jadi satu..

sudahlah….
yg dulu tak akan jadi sekarang bahkan selamanya..
yg tak mungkin tak pernah berubah jadi mungkin..

selalu berterimakasih karena KAMU..

kusebut itu KENANGAN

Saat kamu memulai sesuatu yang baru dan meninggalkan 1 memori kecil dihatimu, kamu bisa menyebutnya KENANGAN!
yaa sepertinya kenangan indah maupun pahit punya cerita sendiri di masa lalu yang bahkan ga sekali2 kamu mencoba membukanya untuk sekedar ingin mengenang atau malah tinggal bersama kenangan itu, dan apapun itu ku punya cerita sendiri soal apa yg di sebut KENANGAN.
kali ini 1 kenangan manis tentang “KAMU” yg sekedar ingin ku kenang..
hmm..
kertas dan novel yg berwarna biru itu menjadi sebuah kenangan yg sampe sekarang masih tetap ada, bukan karena aku tak mampu melupakanmu (butuh proses yg lama memang) tapi kurasa aku hanya ingin membuat satu memori tentang kamu yg ga akan hilang (nahlo! gagal move on)..

untuk kenangan lainnya seiring berjalannya waktu kurasa sedikit demi sedikit akan hilang, aku yg tambah tua nantinya dan tak mampu lagi mengingat banyak kenangan tentang mu, sudahlah waktu terkadang memang jahat yg telah memberi batas untuk ku menyudahi semua hal tentang mu tapi sisi lain waktu jugalah yg membuat sebuah kenangan itu tercipta..

dan KAMU adalah satu kenangan manis

Hey Kamu!

Kamu…
yang pernah ku cinta dan ku puja..
yang kini dicinta dan dipuja olehnya..
yang slalu punya bahagia buatku..
yang tak pernah menorehkan luka diatas luka..
yang punya cara menyembunyikan duka..
yang hanya diam saat kecewa menghampirinya..
yang punya jaim segudang didalam hatinya..
yang tahu beberapa hal kesukaanku..
yang punya arti mawar dan duri..
yang hadir dan mengartikan makna sebenarnya pelangi dan matahari..
yang menganjurkanku menyukai awan karena hujan..

Kamu..
selalu punya arti dan makna terluas di dalam aku :)