Saya adalah seorang penyuka hujan,
kenapa? Mungkin karena hujan adalah satu-satunya pendengar setia untuk setiap
hal yang tak ingin orang-orang dengarkan. Termasuk tentang dia yang sedang saya
kagumi saat ini, seorang yang biasa tapi menjadikan hari-hari saya kini luar
biasa. Saya tak pernah sekagum ini dengan sosok seorang pria, saya tak pernah
berlama-lama bercerita bersama hujan, hingga akhirnya dia lah yang mengubah
segala rutinitas saya setiap hari.
***
Bulan ini nampaknya curah hujan begitu
deras, tapi entah mengapa aku berterima kasih karenanya. Tuhan selalu punya
maksud untuk segala yang ia ciptakan, termasuk hujan sebagai alasan untukku
mengagumi perempuan itu. Ia adalah caraku berterima kasih kepada Tuhan atas
ciptaan terindahnya. Entahlah ia adalah seorang yang ingin kugapai tapi tangan
ku keluh untuk mencapai, dan memilih untuk diam dalam kekagumanku.
***
Saya hanya tahu namanya. Nugie.
Selebihnya tak ada lagi. Saya pengagum yang payah yah? Hmm. Saya mengenalnya
dari sebuah event besar di kampus kami, kami terlibat dalam kepanitiaan event
tersebut. Uhm lebih tepatnya dia adalah ketua dan saya “hanya” anggota. saya
dan dia berbeda jurusan namun masih dalam satu fakultas yang sama. Menariknya
adalah saya kagum dengan dia karena menjadikan hujan sebagai ide kreatif untuk
event tersebut. Apa kami sejodoh itu?
***
Apa kami jodoh? Namanya Arini, ia
seringkali membahas soal hujan disetiap postingan blog nya. Aku selalu terbuai
untuk terus saja membaca sajak-sajak miliknya yang bertemakan hujan. Aku dan ia
pernah mengikuti sebuah kegiatan, dari sanalah kami berkenalan, saling berjabat
tangan, entah mengapa aku senang mengawali sebuah perkenalan ataupun pertemuan
dengan jabat tangan. Seperti sebuah tanda atau persetujuan untuk menjadi teman
yang baru. Namun bukan karena pertemuan itu yang buatku kagum dengannya. Hanya
dengan beberapa kata saja disetiap tulisannya, ia mengubah makna disisi
pandangku tentang banyak hal.
***
“Kita sama-sama seorang pengagum
yah?” katanya.
Aku hanya tersenyum melihatnya, “jadi
bagaimana akhirnya kamu berhenti mengaguminya?” tanyaku layaknya wartawan yang
ingin tahu lebih detail tentang sebuah berita terkini.
“hhmm..”
“saya tak pernah berhenti
mengaguminya kok, entahlah rasa itu tak pernah hilang mungkin kadarnya yang
berkurang sedikit demi sedikit, toh kagum itu hanya sebuah perasaan awal saja
tergantung kita ingin melanjutkan ke tahap yang lebih serius pada rasa yang
berlebih dan dengan kadar yang berlebih juga atau hanya akan bertahan untuk
sekedar kagum saja. Tapi meski terkadang kita mengatakan itu hanya sekedar
kagum saja, hati kita tak bisa berkata sama, ia punya alasan dan jawaban
sendiri. Nah bagaimana dengan kamu?”
“eng, umm hampir sama lah dengan
apa yang kamu bilang barusan” aku tertunduk malu, seperti kalah perang
dengannya.
“haha, sudahlah bicara soal itu tak
pernah adda habisnya. Tapi saya suka dengan kata mengagumi, ia seperti bebas
tanpa terikat oleh apapun”
“kenapa bebas?” tanyaku antusias
“yaa, seperti yang saya bilang tadi
mengagumi itu seperti perasaan awal saja, jadi masih labil. Nah karena tidak
stabilnya perasaan kita itu lah yang membuat kita bebas. Bebas untuk tidak
kagum lagi, bebas untuk kagum dengan orang lain lagi, atau bebas untuk memulai
mencintai orang yang kita kagumi”
“bukannya itu hanya membuat kita
tidak konsisten? Membuat kita untuk menjauh dari rasa sakit yang sebenarnya
menjadi sebuah pelajaran”
“itu juga benar. Tapi kamu
memandangnya dari sisi lain, saya memandangnya sebagai konteks kebebasan, dan
kamu memandang dari sisi ketidakkonsitenan seseorang. Dan bukankah itu yang
menjadikannya menarik? Bukankah dengan mengagumi kita belajar untuk
menyeimbangkan sebuah perasaan? Antara bebas dan konsisten! “
“pembahasan ini menjadi lebih
menarik, aku tak pernah mengira kamu semenarik ini untuk bahasan yang menarik
pula”
“saya selalu tampak menarik kok,
sayangnya selalu ada waktu yang tepat untuk hal yang tepat pula, nah menariknya
saya ini baru terlihat di waktu yang tepat ini”
Aku tersenyum sekali lagi
melihatnya, tersenyum bahagia untuk sosok yang karena kekagumanku kepada Tuhan
oleh ciptaanNya yang indah dan kucintai.
“happy anniversary sayang”