Sabtu, 02 Mei 2015

Berawal kembali



Hey,
Aku ingin menceritakanmu tentang perasaan. Mungkin tak secara langsung bisa aku jelaskan. Tapi aku tahu kamu akan merasa

Bagaimana, apa sekarang kamu bahagia?
Apa luka hatimu karenanya sudah mengering?
Kuharap dapat menyembuh dengan sekedar sapaan hangat dariku dikala senggang.
Tahukah kamu, aku sudah cukup bahagia mendengar beberapa cerita bahwa kini senyummu kembali merekah.

Dengan mengucap doa disepanjang waktu, serta merapal kalimat demi kalimat yang mengharap. Tibalah aku untuk menemui sang waktu.
Ijinkanlah aku bertanya padamu tentang banyak hal.
tentang bagaimana cara Tuhan mempertemukan kita
tentang embun dipagi hari yang basah kemudian lalu mengering
tentang apa-apa yang bahkan sulit tuk kupahami
tentang musim yang mempermainkan angin
tentang air hujan yang memilih sungai untuk ia bermuara
bisakah kamu menjawab semuanya?


Hmm,
Kamu yang berada disana..
Aku ingin bertemu
aku yakin setelah beberapa kali pertemuan itu, kita akan dipertemukan lagi
mungkin esok, mungkin nanti, atau mungkin tidak

hey,
kamu yang cukup jauh untuk kurengkuh
menolehlah barang sebentar saja
sejenak lihat yang berdiri disini.
Jika kita diijinkan bertemu lagi, maukah kamu mendengarkan ceritaku?

Dan akhirnya, satu hal yang perlu kamu tahu
Tuhan menghadirkan cinta agar kita punya alasan untuk selalu saling mendoakan
Lalu Ia menciptakan rindu untuk melihat kesabaranmu dalam hal mencintai
Kemudian ia menyelipkan patah hati agar kamu mampu berhati-hati dalam hal memulai rasa.

*aku hanya bisa mengerti jika itu berawal kembali, mungkin sedang memberitahuku tentang banyak hal bahwa aku harus memulai rasa lebih baik dari sebelumnya*
SHMILY!

Selasa, 28 Oktober 2014

Hey kamu, Dii...



Hai, Dii
Kembali menyapamu dengan senyuman, yaa selalu dengan cara itu
Sebab, rangkaian kata tak pernah mampu mewakilkan kata hati yang ingin berucap..

Hai, dii..
Ketahuilah, bahwa kamu adalah lelaki yang beruntung hingga mampu membuatku menjatuhkan pilihan untuk mencintaimu dan memilikimu
Namun akhirnya, kamu adalah lelaki yang mampu membuat hatiku tertutup, terkunci dan tak pernah berpaling untuk satu nama yaitu kamu, dii

Dii,
Aku tahu bahwa tak pernah ada yang penting tentangku bagimu, namun entah aku masih terlalu berbahagia mengetahui kamu selalu baik-baik saja hingga saat ini. Yaa mencintaimu selalu sesulit itu bahkan memperjuangkanmu tak pernah semudah itu

Dii,
Mengetahui bahwa kamu pernah mengisi hari-hariku untuk waktu yang lama selalu semenyenangkan ini, mengingat-ingat beberapa hal kecil yang dulu pernah sama-sama kita lakukan menjadi kebahagiaan besar yang belum bisa untuk aku lupakan. Oleh karenanya, terimakasih membuatku bersyukur bahwa kisah kita pernah sebahagia dan semenyenangkan itu. Terimakasih membuatku berterimakasih untuk banyak cerita tentang kita meski telah berlalu.

Dii,
Ketahuilah, bahwa kamu seistimewa itu karena untuk tetap mencintaimu hatiku rela untuk merawat luka berulang kali.

Dii,
Aku sudah berulang kali berdamai dengan ingatan tentang kamu, berulang kali membuang segala kisah masa lalu tentang kamu, namun entah keinginanku untuk tetap memperjuangkanmu terlalu kuat dengan segala itu. Cintakah itu? Atau hanya tentang ketakutanku jika kelak aku tak lagi bisa merindu tentangmu?

Dii,
Berhentilah berpura-pura tak tahu bahwa hingga saat ini aku masih tetap memperjuangkanmu dengan sangat. Berhentilah berpura-pura tak peduli tantang setiap perhatian bahkan ketulusan sikapku terhadapmu.

Hey kamu, dii..
Jika kelak Tuhan akhirnya membuatku tuk berhenti memperjuangkanmu dan memulai merelakanmu, aku hanya ingin kamu tahu bahwa rasa yang pernah ada dan sekarang masih ada hingga nanti pun akan selalu ada. Rasa itu selalu tetap pada kadarnya,  dan kurasa tak kan berlebih atau harus berkurang.

Hey kamu, dii..
Kudoakan kebahagiaanmu selalu hadir ditiap hari lepas hari, Sebab aku bahagia jika kamu bahagia  bahkan jika kebahagiaan itu bukan tentangku. Kuharap kamu pun turut mendoakanku, agar kelak ada seorang lelaki yang mampu memperjuangkanku seperti aku memperjuangkanmu saat ini, kuharap ia menjadi kebahagiianku mengganti setiap kedukaanku tentangmu yang cukup lelah untuk selalu kuperjuangkan. Yaa, akhirnya aku lelah..

Hey kamu, dii
Semoga tidak kamu lagi yang menjadi satu-satunya cerita yang ingin selalu kuceritakan, semoga tidak kamu lagi yang selalu aku keluhkan kepada Tuhan tentang kelelahanku menanti. Semoga tidak ada lagi kamu pada setiap kata-kata yang terangkai..

Pada akhirnya, kerelaan dalam hal melepaskan dan mengikhlaskan tak pernah semudah kata-kata tersebut terlafalkan dengan lantang, sebab terkadang hati terlalu enggan untuk berkompromi dengan logika hingga akhirnya memilih untuk tetap mempertahankan :)

*Minggu, 26 Okt 2014*
NB : tulisan ini terinspirasi dari granny dan tentang lelaki yang masih tetap hadir (di hatinya) .. hihi

Sabtu, 29 Maret 2014

Kepada kamu yang dulu selalu kunikmati senyumnya..



Ada degup dalam dada yang berdetak lebih cepat dari biasanya,
Ini dikarenakan senyummu dengan segala keindahannya yang Tuhan ciptakan bagi para penikmatnya
Adalah salahku yang masih dan selalu menyimpannya pada kotak memori hatiku
Adalah harapku bahwa kau yang sutu saat nanti akan membuatku menjadi alasan mengapa senyum itu hadir
Adalah inginku jikalau aku dan kamu akan menjadi kita untuk senyum itu

Dan itu dulu..

Hingga kini, bagaimana kau tak bisa kulupakan masih tetap menjadi misteri yang tak kutemukan jawabnya
Hanya saja kenangan-kenangan pahit pun indah akan mencari waktu yang cukup lama untuk bisa mengubur dirinya sendiri
Meratapi aku dan keadaanku tak pernah semenyedihkan ini, namun ketahuilah bahwa bahagiaku tak hanya terletak pada senyummu saja

Kepada kamu yang dulu kunikmati senyumnya,
Tetaplah pada senyum yang sama, semoga akan ada dari yang lain yang akan menikmatinya.
terimakasih buat senyum itu, ia menjadi pelengkap kebahagiaanku (dulu).

Kamis, 06 Februari 2014

Bisakah hanya aku?



Perihal rasa tak pernah mampu untuk ditutupi oleh diri sendiri. Semakin bergelut dengan pikiran yang berkecamuk tentangmu, tuan. Salahkah aku jika kali ini hanya kepadamu aku melihat sebuah keindahan yang Tuhan ciptakan?, dosakah aku yang selalu mengagumi sebuah lingkar senyum indah disudut bibirmu itu?. Hal ini adalah sedikit banyak yang ingin kuhindarkan agar tak lagi menemukan kesalahan pada diri sendiri yang cukup berlebih dalam hal mengagumi. Terimalah alasan bahwa aku masih dan tetap ingin mengagumimu, tuan. Dari jarak yang teramat jauh untuk kurengkuh sedang kaki telah lelah untuk menujumu, rasa ini masih dalam kadar yang sama, tuan.

Jadi, bisakah hanya aku yang mengagumimu dalam diamku dan dengan sadarku?
Atau, bisakah hanya aku yang kini memulai rasa yang baru dan tetap menginginkanmu?
Bisakah hanya aku yang masih bisa untuk melihatmu lebih dekat?
Kuharap aku bisa :)

Rabu, 05 Februari 2014

How can i meet ‘em?



Dengan segala kemerawutan pikiran saya tentang skripsi dan ujiannya yang mendekati batas deadline, tiba-tiba pengen nulis something selain kata-kata ilmiah, dan karena saya cukup bosan melihat isi blog ini yang kebanyakan dan hampir 95% berisi tentang kamu, dia, aku dan anda, akhirnya saya memilih “mereka” menjadi  pemeran utama pada tulisan ini (gaya loh mhyra pake kata sang aktor). Okeh kali ini saya akan sedikit bercerita tentang subjek “mereka” dan bagaimana saya menjadi begitu dekat dengan “mereka”


   Wahyuni Yusuf

Teman sekelas pas SMA yang akhirnya menjadi dekat, cukup dekat, dan sangat dekat sampe sekarang. Kenapa? Saya akan menjelaskan alasannya dengan dua kata “anugerah Tuhan”. Untuk segala yang terjadi hampir 7 tahun setelah saya dan si granny saling mengenal hanya akan saya ungkapkan dengan “terimakasih Tuhan” (yakin nih si granny ke geeran kalo baca ini.. hih), dan jangan tanyakan lagi kenapa tiba-tiba saya memanggilnya granny dan dia memanggil saya oma hanya akan menghabiskan beberapa lembar halaman untuk cerita itu (halah..) dannn sudah cukup banyak pula istilah-istilah yang akhirnya hadir selama kurun waktu 7 tahun tersebut, dari miss catty dan chaty, gf, fne, dan beberapa lagi yang mungkin saya lupa. Granny orangnya seperti apa? Uhmm kesan pertama sih pas kenal agak tomboy dan baik (yaa sesingkat itu dulu sebelum banyak hal lagi yang terjadi dan disaat kami saling mengenal lebih dekat lagi) kemudian setelah saling mengenal akhirnya sadar kalo dia pendengar setia, masih ingat saat-saat pisah kelas karena dia lebih milih jur. Ips dan saya memang ingin masuk jur. Ipa wktu itu belum ada pelajaran yang diisi oleh guru akhirnya saya yang karena bosannya pergi kekelas si granny untuk cerita ini itu, yang ga nyangkanya kalo kami bercerita cukup panjang dan lama dan cerita itupun belum selesai pas jam pulang, saya yang pada saat itu memonopoli untuk bercerita akhirnya sadar kalo baru kali ini bercerita selama itu ke teman dekat, dan mungkin dari banyak hal itu juga saya akhirnya tahu tentang makna persahabatan. Dulu pas kelas tiga si granny kasih buku agenda, katanya tulis apa saja di dalamnya yaa mirip-mirip lah dengan diary, haha akhirnya punya diary pas kelas tiga dong dan akhirnya juga mesti dikembalikan bukunya ke granny lagi pas perpisahan kelas tiga, maksudnya granny ngasih buku itu sih kalau-kalau ga ketemu lagi pas kuliah ada kenang-kenangan tulisan saya. Hazekk yaa mana tahu kalo berlanjut sampai sekarang. Dan berharap tetap lanjut sampai tua. Amin :)

Sartika Hamid
Sama seperti granny, thyka pun teman kelas pas sma. Yaa semua dari mereka adalah teman-teman sma, dan entah kenapa dapat chemistrynya pas sma semua. Kembali ke thyka, awalnya dari saling tahu nama, kemudian saling kenal dan akhirnya dekat. Awalnya dari sempat pulang bersama kalo pulang sekolah sampai akhirnya pulang sekolahnya selalu sama dia. Kenangan tak terlupakan yaa memang pas pulang sekolah, dan saya bersyukur karena perjalanan pulang sekolah yang cukup jauh dan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk sampai dirumah yang akhirnya menjadi salah satu moment tjurhat-tjurhatannya saya dengan thyka, kadang didi dan irna ikut juga sih nimbrung tapi semenjak sesuatu terjadi pas masa-masa pelajaran tambahan karena sudah mendekati ujian akhirnya didi dan irna sedikit mengerti dan tahu kalau saya butuh tjurhatnya cuman sama thyka.. haha (peluk didi dan irna dari jauh). Untuk segala keseruan perjalanan masa-masa sma saya berterimakasih thyka. satu hal yang masih saya ingat adalah setiap hari sabtu, karena kita seperti petualang menyusuri hutan lewati sungai mendaki bukit (yaelah ga selebay itu juga sih) dan akhirnya singgah di warung favorite untuk makan pisang goreng.. haha dan kalau ingat saat itu seperti ingin kembali lagi ke masa sma tapi didi dan irna harus ada juga..harus!! masih ingat lagunya first love yang saya dan dia nyanyikan untuk pengambilan nilai pelajaran seni, yang katanya cukup bagus untuk didengar (cie gitu geer di bilang bagus). Sekarang? Masih tetap dekat sama dia, yaa meski jarang untuk keluar sama-sama lagi di makassar dan granny cukup banyak waktu untuk memamerkan fotonya bersama thyka yang biasa ketemuan. Hih, tapi saya berharap meski terkadang tak punya waktu untuk bertemu semoga tak mengurangi arti dan makna persahabatan kami :)

Faizal Basri
Satu-satunya personil dari “mereka” yang cowok (segala pake kata personil, kayak di band saja. Haha). Teman kelas di kelas dua sampai tiga, yaa sama sih seperti thyka. Yang entah kapan mulainya saya dekat, mungkin saat saya mengganggunya bersama jenni yang berlanjut sampai kelas tiga dan di masa-masa kuliah terlebih di group fb. Dia yang cukup sabar saat saya mulai dan selalu mengganggunya bersama jenni sampai saya yang dengan sifat childishnya marah-marah gaje ke dia dan beberapa teman exact. Haha harus saya akui di masa-masa sma itu saya masih labil (dan itu wajar) yang kemudian harus marah-marah dan kemudian diam-diaman. Masih ingat beberapa kejadian yang membuat saya mendiami dia (I am so sorry brota). Dia juga pendengar setia (okay sepertinya pendengar setia adalah sifat alamiah mereka) untuk banyak hal dari si “dia” kemudian “kamu”, yaa tinggal “anda” yang belum saya ceritakan (tunggu waktu yang tepat). Yaa pernah mengalami beberapa hal yang mengecewakan dan dikecewakan dari sosok cowok satu ini, tapi begitulah hidup tak selalu harus manisnya saja kan?. Berharap segala peristiwa yang tidak menyenangkan itu menjadi pelajaran untuk menjadi lebih baik.

Akhirnya, selain keluarga, mereka ini menempati satu ruang spesial dihati saya *halah lebayy deh muncul lagi*. Berharap dan selalu berdoa “our friendship never end”. Kemudian, terimakasih dan maaf saya ucapkan untuk semua peristiwa yang telah terjadi selama ini :)