Dengan
segala kemerawutan pikiran saya tentang skripsi dan ujiannya yang mendekati
batas deadline, tiba-tiba pengen nulis something selain kata-kata ilmiah, dan
karena saya cukup bosan melihat isi blog ini yang kebanyakan dan hampir 95%
berisi tentang kamu, dia, aku dan anda, akhirnya saya memilih “mereka” menjadi pemeran utama pada tulisan ini (gaya loh mhyra pake kata sang aktor). Okeh kali
ini saya akan sedikit bercerita tentang subjek “mereka” dan bagaimana saya
menjadi begitu dekat dengan “mereka”
Wahyuni Yusuf
Teman
sekelas pas SMA yang akhirnya menjadi dekat, cukup dekat, dan sangat dekat
sampe sekarang. Kenapa? Saya akan menjelaskan alasannya dengan dua kata “anugerah
Tuhan”. Untuk segala yang terjadi hampir 7 tahun setelah saya dan si granny
saling mengenal hanya akan saya ungkapkan dengan “terimakasih Tuhan” (yakin nih
si granny ke geeran kalo baca ini.. hih), dan jangan tanyakan lagi kenapa
tiba-tiba saya memanggilnya granny dan dia memanggil saya oma hanya akan
menghabiskan beberapa lembar halaman untuk cerita itu (halah..) dannn sudah
cukup banyak pula istilah-istilah yang akhirnya hadir selama kurun waktu 7
tahun tersebut, dari miss catty dan chaty, gf, fne, dan beberapa lagi yang
mungkin saya lupa. Granny orangnya seperti apa? Uhmm kesan pertama sih pas
kenal agak tomboy dan baik (yaa sesingkat itu dulu sebelum banyak hal lagi yang
terjadi dan disaat kami saling mengenal lebih dekat lagi) kemudian setelah
saling mengenal akhirnya sadar kalo dia pendengar setia, masih ingat saat-saat
pisah kelas karena dia lebih milih jur. Ips dan saya memang ingin masuk jur.
Ipa wktu itu belum ada pelajaran yang diisi oleh guru akhirnya saya yang karena
bosannya pergi kekelas si granny untuk cerita ini itu, yang ga nyangkanya kalo
kami bercerita cukup panjang dan lama dan cerita itupun belum selesai pas jam
pulang, saya yang pada saat itu memonopoli untuk bercerita akhirnya sadar kalo
baru kali ini bercerita selama itu ke teman dekat, dan mungkin dari banyak hal
itu juga saya akhirnya tahu tentang makna persahabatan. Dulu pas kelas tiga si
granny kasih buku agenda, katanya tulis apa saja di dalamnya yaa mirip-mirip
lah dengan diary, haha akhirnya punya diary pas kelas tiga dong dan akhirnya
juga mesti dikembalikan bukunya ke granny lagi pas perpisahan kelas tiga,
maksudnya granny ngasih buku itu sih kalau-kalau ga ketemu lagi pas kuliah ada
kenang-kenangan tulisan saya. Hazekk yaa mana tahu kalo berlanjut sampai
sekarang. Dan berharap tetap lanjut sampai tua. Amin :)
Sartika Hamid
Sama seperti granny,
thyka pun teman kelas pas sma. Yaa semua dari mereka adalah teman-teman sma, dan
entah kenapa dapat chemistrynya pas sma semua. Kembali ke thyka, awalnya dari
saling tahu nama, kemudian saling kenal dan akhirnya dekat. Awalnya dari sempat
pulang bersama kalo pulang sekolah sampai akhirnya pulang sekolahnya selalu
sama dia. Kenangan tak terlupakan yaa memang pas pulang sekolah, dan saya
bersyukur karena perjalanan pulang sekolah yang cukup jauh dan membutuhkan
waktu yang cukup lama untuk sampai dirumah yang akhirnya menjadi salah satu
moment tjurhat-tjurhatannya saya dengan thyka, kadang didi dan irna ikut juga
sih nimbrung tapi semenjak sesuatu terjadi pas masa-masa pelajaran tambahan
karena sudah mendekati ujian akhirnya didi dan irna sedikit mengerti dan tahu
kalau saya butuh tjurhatnya cuman sama thyka.. haha (peluk didi dan irna dari
jauh). Untuk segala keseruan perjalanan masa-masa sma saya berterimakasih thyka.
satu hal yang masih saya ingat adalah setiap hari sabtu, karena kita seperti
petualang menyusuri hutan lewati sungai mendaki bukit (yaelah ga selebay itu
juga sih) dan akhirnya singgah di warung favorite untuk makan pisang goreng..
haha dan kalau ingat saat itu seperti ingin kembali lagi ke masa sma tapi didi
dan irna harus ada juga..harus!! masih ingat lagunya first love yang saya dan
dia nyanyikan untuk pengambilan nilai pelajaran seni, yang katanya cukup bagus
untuk didengar (cie gitu geer di bilang bagus). Sekarang? Masih tetap dekat
sama dia, yaa meski jarang untuk keluar sama-sama lagi di makassar dan granny
cukup banyak waktu untuk memamerkan fotonya bersama thyka yang biasa ketemuan.
Hih, tapi saya berharap meski terkadang tak punya waktu untuk bertemu semoga
tak mengurangi arti dan makna persahabatan kami :)
Faizal Basri
Faizal Basri
Satu-satunya personil
dari “mereka” yang cowok (segala pake kata personil, kayak di band saja. Haha).
Teman kelas di kelas dua sampai tiga, yaa sama sih seperti thyka. Yang entah
kapan mulainya saya dekat, mungkin saat saya mengganggunya bersama jenni yang
berlanjut sampai kelas tiga dan di masa-masa kuliah terlebih di group fb. Dia
yang cukup sabar saat saya mulai dan selalu mengganggunya bersama jenni sampai
saya yang dengan sifat childishnya marah-marah gaje ke dia dan beberapa teman
exact. Haha harus saya akui di masa-masa sma itu saya masih labil (dan itu
wajar) yang kemudian harus marah-marah dan kemudian diam-diaman. Masih ingat
beberapa kejadian yang membuat saya mendiami dia (I am so sorry brota). Dia
juga pendengar setia (okay sepertinya pendengar setia adalah sifat alamiah
mereka) untuk banyak hal dari si “dia” kemudian “kamu”, yaa tinggal “anda” yang
belum saya ceritakan (tunggu waktu yang tepat). Yaa pernah mengalami beberapa
hal yang mengecewakan dan dikecewakan dari sosok cowok satu ini, tapi begitulah
hidup tak selalu harus manisnya saja kan?. Berharap segala peristiwa yang tidak
menyenangkan itu menjadi pelajaran untuk menjadi lebih baik.
Akhirnya, selain keluarga, mereka
ini menempati satu ruang spesial dihati saya *halah lebayy deh muncul lagi*. Berharap
dan selalu berdoa “our friendship never end”. Kemudian, terimakasih dan maaf saya
ucapkan untuk semua peristiwa yang telah terjadi selama ini :)

0 komentar:
Posting Komentar