Kamis, 06 Februari 2014

Bisakah hanya aku?



Perihal rasa tak pernah mampu untuk ditutupi oleh diri sendiri. Semakin bergelut dengan pikiran yang berkecamuk tentangmu, tuan. Salahkah aku jika kali ini hanya kepadamu aku melihat sebuah keindahan yang Tuhan ciptakan?, dosakah aku yang selalu mengagumi sebuah lingkar senyum indah disudut bibirmu itu?. Hal ini adalah sedikit banyak yang ingin kuhindarkan agar tak lagi menemukan kesalahan pada diri sendiri yang cukup berlebih dalam hal mengagumi. Terimalah alasan bahwa aku masih dan tetap ingin mengagumimu, tuan. Dari jarak yang teramat jauh untuk kurengkuh sedang kaki telah lelah untuk menujumu, rasa ini masih dalam kadar yang sama, tuan.

Jadi, bisakah hanya aku yang mengagumimu dalam diamku dan dengan sadarku?
Atau, bisakah hanya aku yang kini memulai rasa yang baru dan tetap menginginkanmu?
Bisakah hanya aku yang masih bisa untuk melihatmu lebih dekat?
Kuharap aku bisa :)

0 komentar:

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n:

Posting Komentar