Perihal rasa tak pernah mampu untuk
ditutupi oleh diri sendiri. Semakin bergelut dengan pikiran yang berkecamuk
tentangmu, tuan. Salahkah aku jika kali ini hanya kepadamu aku melihat sebuah
keindahan yang Tuhan ciptakan?, dosakah aku yang selalu mengagumi sebuah
lingkar senyum indah disudut bibirmu itu?. Hal ini adalah sedikit banyak yang
ingin kuhindarkan agar tak lagi menemukan kesalahan pada diri sendiri yang
cukup berlebih dalam hal mengagumi. Terimalah alasan bahwa aku masih dan tetap
ingin mengagumimu, tuan. Dari jarak yang teramat jauh untuk kurengkuh sedang
kaki telah lelah untuk menujumu, rasa ini masih dalam kadar yang sama, tuan.
Jadi, bisakah hanya aku yang
mengagumimu dalam diamku dan dengan sadarku?
Atau, bisakah hanya aku yang kini
memulai rasa yang baru dan tetap menginginkanmu?
Bisakah hanya aku yang masih bisa
untuk melihatmu lebih dekat?
Kuharap aku bisa :)
0 komentar:
Posting Komentar