Terlalu klasik jika ini disebut surat cinta, bagaimana tidak aku tak
menulisnya dengan memakai pena diatas kertas bergambarkan hati seperti pada
waktu dimasa lampau, tapi ini tetaplah surat cinta bukan?
hai,
anda yang berada pada jarak yang jauh untuk waktu yang berbeda, kuharap
jika waktu anda dan waktu saya sama nantinya anda bisa membaca surat saya ini.
ini adalah surat pertama saya untuk anda, surat yang menjadi alasan kenapa
saya mau menulis surat cinta kepada seseorang yang bahkan belum saya kenal
secara utuh karena waktu tak juga mempertemukan kita.
saya harap anda bisa tersenyum membacanya, saya tak suka sisi romantisme
meski saya suka dengan sebuah drama, tapi untuk sebuah realitas hal itu
tidaklah menjadi penting, kenapa? romantisme itu membuat segalanya menjadi
kikuk dan tidak bebas, tapi ternyata hal itu saya lakukan dengan menulis surat
cinta ini.
saya tak tahu banyak tentang anda, tapi saya hanya yakin jika waktu itu
benar ada, waktu dimana waktu anda dan waktu saya sama, sama linearnya, kita
akan dipertemukan untuk saling mengenal, satu hari saja untuk mengenal anda
lebih jauh itu sudah lebih dari cukup buat saya.
akhirnya, kutitipkan anda disetiap doaku pada Tuhan dan untuk waktu-Nya
agar kita bertemu. saya berharap anda pun melakukan hal yang sama dengan
keyakinan yang sama bahwa Tuhan akan mempertemukan dengan konspirasi semesta
yang keren.
berkenanlah membalasnya jika surat ini anda baca
teruntuk anda sang penanti yang setia
berkenanlah membalasnya jika surat ini anda baca

0 komentar:
Posting Komentar