Selasa, 12 Maret 2013

Sedih dalam hening sepi


Tulisan ini bisa ada karena telah menonton beberapa film yang harus membuat saya meneteskan air mata berulang-ulang kali. 
Tulisan ini ada disaat hujan tak kunjung reda dan matahari yang selalu saja bersembunyi. 
Tulisan ini ada karena terlalu banyak hal yang menjadi cerita di tahun 2012 yang harus saya syukuri.

Entah dari mana sampai saya harus menjadikan empat kata tersebut itu sebagai judul tulisan ini. Tapi selalu ada makna dari setiap kata-kata yang tertuang dalam sebuah tulisan.

Ada beberapa hal yang harus pergi dan tak akan pernah kembali lagi, dan ada pula yang tetap tinggal menemani sepi untuk sendiri. Sedih mungkin salah satu yang selalu menemani sepi itu.

Mengapa arti sepi selalu sunyi dan sendiri?
Mengapa harus sedih yang selalu menemani?
Mengapa diam tersimpan dalam hati?
Dan
Mengapa aku begitu nyaman ditempat ini?

Air mata menetes tak henti pada bayang-bayang tersembunyi
Air mata tercurah pada bahagia yang akan menanti
Dan
Air mata yang tumpah karena sedih tak mampu lagi menampung beban berat dalam diri ini.

Sedihku selalu pada air mataku,
tapi sedih selalu ada tersembunyi dibalik senyum manismu.
Adakah waktu menampakkan kesukacitaannya,
dengan membuang sedih dan sepi dalam kedukaannya.
Atau biarkan semesta menghukumku,
dengan menjadikan sedihku bagian dari bahagiamu.

Aku kan berlari ditengah terpaan badai yang menggoyahkanku,
Dan kamu tetaplah berjalan dalam rintik-rintik hujan yang menenangkanmu.

Karena aku tak pernah jadi bagian dari sedihmu yang tersembunyi,
Tapi kamu selalu menjadi bagian dari bahagiaku yang tertata rapi.

Hingga saatnya nanti roda kan berputar terus menerus tak kunjung henti. Aku dan kamu menyatu menjadi kita yang akan menjadi bagian dari sedih dalam hening sepi.

0 komentar:

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n:

Posting Komentar