Bagaimana bisa aku tak menyukai hujan jika hadirnya mampu menghadirkan
rangkaian warna indah yaitu pelangi, Bagaimana bisa aku membenci summer
jika setelahnya ada autumn yang mampu menenangkan hati dengan gugurnya dedaunan
yang hendak terbang karena angin yang berhembus, Bagaimana bisa aku tak
mengingat dermaga itu jika ia lah tempat persinggahan segala cerita2 ku tentang
mu, Bagaimana bisa senja tak ku lewati dengan senyuman saat keteduhannya mampu menenangkanku
layaknya kamu, dan Bagaimana bisa aku tak bersyukur tentang awan dan matahari
yang Tuhan ciptakan begitu indah, aku bersyukur karena tanpa adanya awan dan
matahari mungkin tak kan pernah ada cerita tentang hujan dan pelangi..
Begitulah aku mengagumi segala ciptaan-Nya, Tak pernah bisa aku berhenti
berceloteh jika decak kagum ku akan mahakarya-Nya yang indah ini yang selalu ku
nikmati setiap hari.
Sama seperti Kamu, tentang ciptaan-Nya yang juga dengan setia ku kagumi.
Syukurku tak lepas dari ketenanganmu menjalankan peran sebagai makhluk
ciptaan-Nya.Bagaimana Kamu tak pernah berhenti memanjatkan segala doa-doa yang
ku harap kau titipkan satu namaku didalam doa mu itu sama seperti ku yang hanya
bisa mengakuinya hanya kepada Tuhanku.
Hingga saat jawaban doa itu ada kita sama-sama saling mengucap syukur. Apa
yang salah dengan saling mengagumi dan mengakuinya didalam Tuhan? Dengan
mencoba menelusuri lorong waktu yang panjang hingga kita bisa dipertemukan
untuk saling mengucap janji.
Yaa tentang janji yang mestinya tertepati tapi tak lagi mampu ditepati.
Tentang janji untuk bisa bersama tapi tak lagi bisa disamakan.
Waktu yang tepat memang selalu memberi jawaban yang tepat pula. Takdir yang
terjadi, dan kita bisa apa untuk itu?
Kita sama-sama memandang langit luas tanpa kata. Hanya hati yang ingin
mengungkap tentang kita yang tak mungkin menyatu.
Harapan sekedar harapan yang lagi-lagi menyadarkan kita pada sebuah
kenyataan. Bersama dengan itu aku berharap akan ada semesta lain yang akan
menyatukan kita tanpa janji yang tak tertepati, atau tentang waktu yang tepat
dan indah dan Takdir untuk bersama.
Kita, memang punya bahagia masing-masing
Dan Kamu berbahagialah disana..
Tenanglah aku pasti akan menemukan waktu yang tepat untuk bisa mencintai
lagi :’)
0 komentar:
Posting Komentar